RUSH B!! Intermediate VOCALOID Tutorial

Home Forums Vocaloid Corner Tips & Trik Vocaloid RUSH B!! Intermediate VOCALOID Tutorial

RUSH B!! Intermediate VOCALOID Tutorial

  • Azhari Zaki

    :mrgreen: RUSH B!! INTERMEDIATE VOCALOID Tutorial :mrgreen:

    Yak, kembali lagi bersama babang ganteng ini, selaku produser Vocaloid karbitan. Di sini, gua bakal ngejelasin tentang Vocaloid yang lebih dalam lagi, seperti penggunaan parameter, vibrato & expression, dan beberapa fitur di Vocaloid yang belum dijelaskan di tutorial sebelumnya. Di sini juga bakal dikasih juga beberapa contoh sampel suara biar kalian bisa mengetahui suaranya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini gua megang bahan buat tutorial ini (jadi gua gak bisa ngasal hehehe). Berikut adalah daftar pustakanya:

    My experience as a VOCALOID Producer.

    Adidkh, “Tutor VOCALOID dari Dasar”, E-mail to Minny. 13 November 2015. Adidkh adalah produser VOCALOID di VOCAPOST dari Solo, Jawa Tengah. You may check his song at his YouTube Channel or SoundCloud Channel. Try to ask him anything about Vocaloid Techniques, he’s a top-notch one and gladly will help you, probably 😀

    OSTER Project, “VOCALOID初音,鏡音リン・レン)の上手な歌わせ方教えます!”, Gihyo.jp 11 Januari 2008. <http://gihyo.jp/lifestyle/serial/01/vocaloid/0001>. OSTER Project adalah produser VOCALOID dari Jepang sono, udah terkenal lah dengan beberapa lagunya, seperti Flower of Sorrow & ColorfulxMelody.

    Tutorial kali ini akan membahas mengenai:

    • Musical Part dan Cara Penggunaannya
    • Mengenal Vibrato & Expression
    • Mengenal Parameter di VOCALOID Editor
    • Mengenal Mixer di VOCALOID Editor

    Kalo tetipa puyeng ngikutin ini, memang demikian adanya. Monggo dilirik ke tutorial sebelumnya bila ada yg lupa:

    1. RUSH B!! Basic VOCALOID Tutorial
    2. RUSH B!! Intermediate VOCALOID Tutorial
    3. RUSH B!! Advanced VOCALOID Tutorial

    Masih puyeng? Boleh lihat di sumber yang sudah dicantumkan, atau tanyain aja di sini ^^


    Musical Part dan Cara Penggunaannya

    Yup, that blue one is the Musical Part…

    “Musical Part” adalah bagian dari musik yang akan diisi oleh VOCALOID. Bagian ini akan selalu ada di Track Editor bagian VOCALOID Track Layer. Itu tuh yang ada bar warna birunya dan ada tulisan “NewPart” dan Voicebank VOCALOID-nya. Kalo kalian menangkapnya sebagai “Song Part” sesuai dengan tutorial sebelumnya, ya sama aja artinya, cuma beda istilah 😀

    Gunanya buat apa sih? Ya biar VOCALOID-nya bisa diisi notnya, buat bikin bagian nyanyian juga bisa. Terutama buat lagu-lagu yang liriknya ngulang-ngulang, atau mau bikin suara dua-nya, This could be handy for you!

    Oke, secara default akan disediakan satu Musical Part setiap kamu buka file baru. Kamu bisa nambahin Musical Part-nya dengan cara:

    Step 1: Pilih VOCALOID Track yang ingin ditambahkan Musical Part.

    Step 2: Arahkan Playback Cursor pada awal bagian yang ingin ditambahkan Musical Part.

    Step 3: Buka Menu Part, klik “Add Parts”.

    Step 4: Lalu, kamu bakal disuguhin dengan gambar ini. Beri nama Musical Part kamu di kolom Name, tambahkan Comments bila perlu, lalu pilih Voicebank yang kamu inginkan untuk menyanyikan bagian itu.

    Step 5: Done! Musical Part baru telah ditambahkan.

    Nah, kalo kamu perhatikan tadi, setiap Musical Part dalam satu Track dapat diisi oleh lebih dari satu Voicebank yang berbeda. Misal, bagian “Verse” yang nyanyi Miku, kamu bisa saja buat yang nyanyi di “Chorus” adalah GUMI atau IA atau apalah.

    Kak, kok Musical Part gua katanya overlap? Gimana ini?

    Hayolo!, Kena ginian ya? 😀

    Gunakan Arrow Tool, klik dan geser Musical Part yang nimpa bagian lainnya. Hal ini sering terjadi kalo nambahin part baru, dimana bagian yang lama belom dikecilin dan nimpa bagian yang baru.

    Buat ngatasinnya, lakukan seperti yang di atas, lalu arahkan kursor ke ujung kanan Musical Part sebelumnya yang nimpa tadi, Lalu klik dan geser bagian tersebut sampai bagian yang mau diisi jadi kosong. Kamu juga bisa pakai cara ini buat membesarkan Musical Part-nya.

    Yah, bang, gua baru baca cara ini. Keburu bikin di satu Part, mau pecahinnya bagaimana?

    Oh, kalo begitu, arahkan Playback Cursor ke bagian yang ingin dipecah, buka Menu Part, klik Divide Part.

    Kalo buat nyanyian yang diulang-ulang, misal bagian “Reff”, bagaimana?

    Mudah! Gunakan Arrow Tool, klik Musical Part yang ingin di-copy paste, lalu tinggal Paste di bagian yang diinginkan. Eazy! ^^

    Kak, punya gua kok part-nya warna kuning? Napa ini?

    Artinya lu kebanyakan dosa, tobat gih. Canda 😀

    Fear not! Musical Part yang berwarna kuning artinya kamu aktifin Pitch Snap Mode di part tersebut. Kalo mau matiin, cukup klik kanan di Musical Part tersebut, lalu klik Pitch Snap Mode buat matiin. For this feature, I’ll explain it later.

    RUSH B!! CYKA!! …


    Mengenal Vibrato & Expression

    Definisi, Vibrato atau Vibra adalah teknik menggetarkan nada sehingga terdengar bergelombang. Biasa digunakan kalo nyanyi not panjang, tapi kadang ada juga yang dipake setiap nyanyi, entah males ngaturnya atau ada bagusnya pakai itu. Then, Expression adalam VOCALOID Editor adalah alat buat mengatur gaya VOCALOID menyanyikan lagunya, atau hanya satu not itu saja. Untuk mengaturnya:

    Step 1: Klik pada Not yang ingin diatur.

    Step 2: Klik kanan pada not tersebut, pilih Note Properties.

    Step 3: Lalu, kamu bakal disuguhin dengan gambar ini. Kamu dapat ngutak-ngatik not tersebut di sini.

    Pertama, kita akan mengatur Vibrato lebih dulu. Klik Vibrato.

    Step 4: Ini adalah tampilan Vibrato Property, tempat buat ngatur bentuk Vibrato pada not yang udah dipilih tadi.

    Ada parameter hal yang perlu diperhatikan:

    • Vibrato Length; Buat ngatur berapa persen dari not lagu tersebut yang bakal dikenakan Vibrato, dihitung dari ujung akhir not ke arah belakang.
    • Vibrato Type; Buat milih preset vibrato yang disediakan. Ada lima mode:
      • Non Vibrato – Gak ada Vibrato
      • Normal – Vibrato biasa
      • Extreme – Depth-nya, atau besar goyangan nadanya, lebih gede.
      • Fast – Rate-nya, atau banyaknya goyangan nadanya, lebih banyak dan cepet.
      • Slight – Mirip Normal, cuma lebih dikit Depth-nya.
    • Depth Graph; Pengen iseng ngutak-ngatik besar goyangan nadanya? Monggo. Biasanya perlu kalo mau bikin gaya nyanyi yang unik. Kalo kata sensei di sini, bakalan kepake banget kalo mau bikin cengkok lagu dangdut.
    • Rate Graph; Buat ngatur banyaknya dan cepatnya goyangan nadanya, secara manual.

    Step 5: Lalu, kita akan mengatur Expression. Klik EXP di Note Property.

    Step 6: Ini adalah tampilan Note Expression Property, tempat buat ngatur bentuk Expression pada not yang udah dipilih tadi.

    Ada parameter hal yang perlu diperhatikan:

    • Expression Templates; Your multitool, if you’re lazy slavs. Ada lima bentuk: Normal, Accent, Strong Accent, Legato, & Slow Legato. Bedanya apa? silahkan coba sendiri.
    • Pitch Control; Buat ngatur gimana gerakan nadanya ketika ada perubahan nada. Ada tiga parameter:
      • Bend Depth; Tau Pitch Bend Sensitivity di Musical Editor? Nah, kerjanya sama dengan itu.
      • Bend Length; Buat ngatur seberapa lama waktu yg diperlukan buat ngubah nada ke nada baru. Legato singing style will work with this.
      • Portamento; Jeda sebelum perubahan nada, bikin perubahan nadanya jadi rada telat dari sebelumnya.
    • Dynamics Control; Buat ngatur dinamika dari VOCALOID kamu. Ada Delay & Accent, dimana Accent buat gedein suara konsonan pada suku kata, seakan-akan nyanyinya medok. Kalo Delay gua gak ngerti bedanya apa. Kalian coba sendiri lah, ya, soalnya memang perubahannya kurang begitu signifikan kalo didenger oleh orang awam.

    P.S. Kalian bisa ngatur Expression untuk satu Musical Part secara keseluruhan dengan menggunakan Singing Style. Caranya dengan membuka menu “Setting”, lalu “Singing Style”. Isinya bakalan sama dengan Note Expression Property.

    Looks pretty hard, but not quite until you learn about…


    Mengenal Parameter di VOCALOID Editor

    Yes, that goddamn spiky things we’re talk about, kurat!

    Mengapa hal ini perlu dikenalkan? Karena dengan alat ini, kamu bisa mengubah suara VOCALOID kamu yang awalnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Kamu bisa menambahkan dinamika pada suara VOCALOID kamu, menjernihkan suaranya, mengubah gender penyanyinya, dan lain sebagainya. Bahkan, kamu dapat membuat suara VOCALOID layaknya seperti suara manusia betulan, seperti karya-karya dari produser terkenal, Mitchie M (Ai Dee, News 39, FREELY TOMORROW, Viva Happy, dsb.)

    Sure you can’t make that ONLY using parameters. Skill, plugins, and unmentioned stuffs matters… But understanding this will help you a LOT of it. So, don’t fret.

    Parameter dalam VOCALOID digunakan untuk mengubah suara VOCALOID yang kamu gunakan. Bisa juga digunakan untuk memberikan aksen, dinamika, atau mau bikin suara baru. Kamu bisa temukan parameter tersebut di “Parameter Graph”.

    Untuk hal ini, gua telah menyiapkan audio file siap dengar untuk mengetahui apa yang membuatnya berbeda dari setiap parameter. Gua menggunakan Hatsune Miku V3 JPN, default setting, dan tanpa efek sama sekali. Ada 12 Parameter yang tersedia:

    • Velocity (VEL). Parameter ini digunakan untuk mengatur seberapa cepat pengucapan huruf konsonan pada not. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 64, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, semakin cepat pengucapannya, begitu juga sebaliknya. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

     

    0:00 Velocity Value at 64

    0:10 Velocity Value at 0

    0:20 Velocity Value at 127

     

    • Dynamics (DYN). Parameter ini digunakan untuk mengatur layaknya volume knob: Seberapa kencang atau pelannya suara VOCALOID tersebut. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 64, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, semakin keras suaranya, begitu juga sebaliknya. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Dynamics Value at 64

    0:10 Dynamics Value at 10

    0:20 Dynamics Value at 127

     

    • Breathiness (BRE). Parameter ini digunakan untuk mengatur seberapa banyak nafas yang dikeluarkan ketika mengucapkan sesuatu. Biasanya buat yang pengen suaranya rada mendesah atau boros kek cerobong asap (kata salah satu teman gua yang juga guru les vokal). Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 0, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak nafas yang dikeluarkan pada pengucapannya. Hati-hati! Penggunaan parameter ini secara berlebihan dapat merusak suaranya menjadi seperti orang sakit flu! Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Breathiness Value at 0

    0:10 Breathiness Value at 64

    0:20 Breathiness Value at 127

     

    • Brightness (BRI). Parameter ini digunakan untuk mengatur seberapa ‘terang’ atau ‘gelap’ suara yang dikeluarkan. Sulit untuk dijelaskan, namun parameter ini dapat membuat suaranya menjadi lantang atau bergumam. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 64, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, suaranya semakin lantang. Semakin kecil angkanya, semakin bergumam suaranya Perhatian! Penggunaan parameter ini dapat mempengaruhi volumenya juga. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Brightness Value at 64

    0:10 Brightness Value at 0

    0:20 Brightness Value at 127

     

    • Clearness (CLE). Parameter ini digunakan untuk mengatur seberapa jernih suaranya ketika mengucapkan sesuatu. Efek jernih ini sebenarnya disebabkan karena ada tambahan “Sibilance”, yaitu adanya kenaikan gelombang pada frekuensi 4K – 10KHz, sehingga timbul suara ‘hiss’ dan menimbulkan kesan jernih. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 0, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak kenaikan gelombang tersebut. Hati-hati! Penggunaan parameter ini secara berlebihan dapat merusak suaranya dan menyakitkan telinga kamu! Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Clearness Value at 0

    0:10 Clearness Value at 64

    0:20 Clearness Value at 127

     

    • Opening (OPE). Parameter ini digunakan untuk mengatur besar buka mulut penyanyi ketika mengucapkan sesuatu. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 127, dan dapat diubah dari skala 0 sampai 127. Semakin rendah angkanya, semakin kecil bukaan mulutnya dan menghasilkan suara seperti bergumam. Produser VOCALOID di Indonesia biasanya menggunakan ini untuk menghasilkan suara ‘e’ yang tidak ada dalam kosakata Jepang. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Opening Value at 127

    0:10 Opening Value at 64

    0:20 Opening Value at 0

     

    • Gender Factor (GEN). Salah satu parameter yang cukup seru untuk digunakan. Parameter ini digunakan untuk mengatur faktor gender dalam suaranya. Kamu dapat mengubah suara Hatsune Miku jadi Cowok Ikemen, Megpoid GUMI jadi suara anak TK, atau IA jadi suara pelaku kejahatan yang disensor di Rep*rt*se Investig*si 😀 Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 64, dan dapat diubah dari skala dari 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, suaranya akan seperti laki-laki. Semakin rendah angkanya, suaranya akan seperti cewek Anime. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Gender Factor Value at 64

    0:10 Gender Factor Value at 0

    0:20 Gender Factor Value at 127

     

    • Portamento Timing (POR). Portamento adalah suara yang dihasilkan ketika kamu menyanyi dan mengubah tinggi atau rendah nada berikutnya tanpa berhenti. Parameter ini digunakan untuk mengatur kapan perubahan nada tersebut dimulai. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 64, dan dapat diubah dari skala dari 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, portamento akan dilakukan beberapa saat setelah perubahan nada pada not. Begitu pula dengan sebaliknya. Tidak perlu diutak-atik parameter ini, kecuali kamu ingin membuat lagu dangdut dan butuh efek ‘cengkok’ 😀 Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini:

    0:00 Portamento Value at 64

    0:10 Portamento Value at 10

    0:20 Portamento Value at 127

    • Cross-synthesis (XSY)*. Parameter ini hanya tersedia di VOCALOID4 Editor. Parameter ini digunakan untuk menggantikan, atau mencampurkan dua Voicebank tanpa perlu repot membuat dua track dan ditimpa bersamaan. Bila kamu memilih parameter ini, maka terdapat dua skala: Voicebank A dan Voicebank B. Untuk mengaturnya, harus melalui “Singer Editor” dan hanya berlaku bagi Voicebank yang sama nama penyanyinya. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di Voicebank A, dan dapat diubah dari skala dari terendah Voicebank A sampai Voicebank B. FYI, kamu bisa saja membuat suara baru dengan parameter ini. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini, dengan menggunakan Voicebank Hatsune Miku V3 Original & Soft:

    0:00 Cross-synthesis Value at 0

    0:10 Cross-synthesis Value at 64

    0:20 Cross-synthesis Value at 127

     

    • Growl (GRL)*. Parameter ini hanya tersedia di VOCALOID4 Editor dan bagi Voicebank VOCALOID4 saja (Seri sebelumnya tidak berlaku). Growl adalah suara serak yang sengaja dihasilkan untuk memberi kesan ‘powerful’. Parameter ini digunakan untuk mengatur seberapa banyak Growl yang dikeluarkan ketika mengatakan sesuatu. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 0, dan dapat diubah dari skala dari 0 sampai 127. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak Growl yang dikeluarkan. Begitu pula dengan sebaliknya. Hati-hati! Penggunaan parameter ini secara berlebihan dapat merusak suaranya dan menjadi sangat aneh! Mungkin kamu ingin membuat lagu bergenre Screamo atau Doom Metal, but trust me, it doesn’t work like that. Berikut adalah contoh dari penggunaan parameter ini, dengan menggunakan Voicebank Megurine Luka V4x:

    0:00 Growl Value at 0

    0:10 Growl Value at 64

    0:20 Growl Value at 127

     

    • Pitch Bend (PIT). Okay, simply, it’s a pitch control. Parameter ini digunakan untuk mengatur tinggi atau rendahnya nada yang digeser dari not sebagai acuan dasarnya. Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 0, dan dapat diubah dari skala dari -8192 sampai 8191. I’m not joking here, dude. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi nadanya. No need for example for this.

     

    • Pitch Bend Sensitivity (PBS). Parameter ini digunakan untuk mengatur sensitivitas dari efek Pitch Bend (PIT). Pada umumnya/default, nilai parameter ini berada di angka 2, dan dapat diubah dari skala dari 0 sampai 24. Semakin tinggi angkanya, semakin sensitif. No need for example for this.

    Everything is set, but one thing we need to sure is about…


    Mengenal Mixer di VOCALOID Editor

    Our last fellas in this intermediate level of tutorial… ^^

    Yap, Mixer! Suatu alat yang gak bakalan nongol secara default, kecuali di-summon 😀 Mixer adalah alat buat ngatur posisi dan warna suara yang sudah jadi. Kalo gua sempat bilang kalo Track Editor bekerja seperti Layering pada Adobiyah Sotosop, maka Mixer adalah Opacity, Colour, juga Move Object Tool pada Sotosop. Gua cukup memperkenalkan apa itu Mixer dan isinya, untuk teknik-tekniknya bakal dibahas di sesi selanjutnya. Nah, isinya ada apa aja?

    1. Track Pan Control; Untuk menggeser suara Track tertentu ke kiri atau kanan.
    2. Mute & Solo Button; No need to explain.
    3. Track Volume Knob; Untuk membesarkan atau mengecilkan suara Track tertentu.
    4. Master Volume Knob; Untuk membesarkan atau mengecilkan suara keseluruhan/hasil akhirnya.
    5. Mixer Expand Button;

    Penasaran akan dibalik dari Mixer Expand Button? Monggo dilihat:

    1. Input Gain; Untuk mengatur gain sebelum suaranya diproses oleh VST Plugins.
    2. Track VST Plugins; Tempat untuk meracik suara kamu pada Track tertentu.
    3. Master VST Plugins; Tempat untuk meracik suara kamu pada keseluruhan lagu.
    4. SendStill don’t know what is this.
    5. ReturnMe neither know nor use this.

    Untuk cara mixing hingga jadi lagu bagus sebenarnya ada banyak, dan bahkan bentuk pengaturan mixing pada satu lagu belum tentu sama dengan lagu lainnya. Bahkan bila kamu suruh dua temen kamu mixing lagu yang sama, hasilnya pasti berbeda. Kenapa? Karena proses mixing adalah proses yang sangat bergantung dengan telinga dan selera kamu.

    Gua bakal ngejelasin hal-hal penting dalam mixing nanti, karena bahasannya sangat teknis dan kalian pasti sudah capek baca tutorial ini. Jadi kita sudahi saja, ya :mrgreen:


    That’s all for this session!

    Itulah Intermediate VOCALOID Tutorial dari gua. Nantikan tutorial selanjutnya dari gua, produser VOCALOID karbitan. Kalo ada yang mau ditanyakan, feel free to ask! ^^

    Pengen baca-baca tutorial lainnya, silahkan:

    1. RUSH B!! Basic VOCALOID Tutorial
    2. RUSH B!! Intermediate VOCALOID Tutorial
    3. RUSH B!! Advanced VOCALOID Tutorial

    Do Svidaniya, Tovarishch!

    RJKuker

    Sebelumnya ga pernah nyentuh kayak ginian sih. Apalagi pas bikin lagu Mantan Mantan sempet mainan growl dan velocity demi membuat suara Mergurine Luka jadi lebih “Dibuka mulutnya” tapi hasilnya sama aja 🙁

     

    Apa karakteristik suara Luka kayak gitu ya?

    Azhari Zaki

    @RJKuker BTW, namanya Megurine Luka, bukan Mergurine Luka XD ( Dikira Margarine ntar 😀 )

    Hmm, kalo yg di link itu. Sebenarnya yg jadi masalah itu di instrumennya yg terlalu kenceng, terutama di Bass Drumnya. Dikecilin aja volumenya kalo mau gampang, atau pasang kompressor (ribet sih soalnya masih kurang paham gua).

    Kalo suara Megurine Luka-nya, emang setau gua rada soft gitu. Kalo mau dikencengin lagi paling gedein volume atau pasang kompressor. Jujur gua belom pernah pake Luka, susah euy 😀

You must be logged in to reply to this topic.